Powered By Blogger

Jumat, 05 Oktober 2012

Mengenal Robot


Mengenal Robot

1.1 Mengenal Robot
1.1.1 Sejarah Robot
Ada banyak hal yang menarik jika Anda bermain dengan elektronika, diantaranya ialah membuat robot. Jika Anda pernah atau memiliki hobi merakit mobil Tamiya, maka Anda sudah memiliki bekal dasar untuk membuat robot. Karena prinsip yang digunakan pada mobil Tamiya Anda juga banyak digunakan pada robot, yaitu dasar mekanik mesin/roda dan sumber catu daya. Awal munculnya Robot dapat diketahui dari bangsa Yunani kuno yang membuat patung yang dapat dipindah-pindahkan. Sekitar 270 BC, Ctesibus, seorang insinyur Yunani membuat organ dan jam air dengan komponen yang dapat dipindahkan. Zaman Nabi Muhammad SAW pun, telah membuat mesin perang yang menggunakan roda dan dapat melontarkan bom. Pada tahun 1770, Pierre Jacquet Droz, seorang pembuat jam berkebangsaan Swiss membuat 3 boneka mekanis. Uniknya, boneka tersebut dapat melakukan fungsi spesifik, yaitu dapat menulis, yang lainnya dapat memainkan musik dan organ, dan yang ketiga dapat menggambar. Pada tahun 1898, Nikola Tesla membuat sebuah boat yang dikontrol melalui radio remote control, dan didemokan di Madison Square Garden. Namun usaha untuk membuat autonomus boat tersebut gagal karena masalah dana. Pada tahun 1967, Jepang yang pada pada saat itu merupakan negara yang baru bangkit, mengimpor robot Versatran dari AMF.

Awal kejayaan robot pada tahun 1970, ketika Profesor Victor Scheinman dari Universitas Stanford mendesain lengan standar. Saat ini, konfigurasi kinematiknya dikenal sebagai standar lengan robot. Terakhir, pada tahun 2000 Honda memamerkan robot yang dibangun bertahun-tahun lamanya bernama ASIMO, serta disusul oleh Sony yaitu robot anjing AIBO. Robot banyak dibuat oleh Institusi Riset, Universitas, Departemen Pertahanan, serta institusi besar lainnya seperti NASA dan Sony. Saat ini hampir semua industri manufaktur menggunakan robot, karena biaya per jam untuk mengoperasikan robot jauh lebih murah dibandingkan menggunakan manusia. Robot pada awalnya digunakan untuk melakukan fungsi spesifik, misalnya pengecoran, penyolderan, dll. Namun saat ini sudah banyak robot yang melakukan banyak fungsi.
Beberapa penerapan robot saat ini antara lain:
• Merakit dan mengelas kerangka mobil di industri manufaktur
• Pencari dan pemadam sumber api
• Pelayan toko
• Robot boneka
• Robot medis
• Robot perang (war robot).
• Nanotechnology, pada tahun 1990 peneliti IBM meng-gunakan STM (Scanning Tunneling Microscope) untuk memindahkan 35 xenonatom pada crystal nicker untuk membuat huruf “IBM”.
• Multifunction Automated Crawling System (MACS), berguna untuk menginspeksi suatu ruang di aircraft yang sudah dijangkau oleh manusia.
• Robot penjelajah/explorer, misalnya mencari informasi di bulan atau planet Mars dengan nama Sojourner. NASA mempunyai program telerobotic yang dioperasikan di Office of Space Access and Technology (OSAT).
• Robot intel (dapat terbang dan memfoto suatu daerah)
• Dan fungsi-fungsi di bidang kedokteran, sosial dan lainnya.

Pernahkan Anda menghayal membuat robot yang mampu menjadi teman bermain di rumah Anda? Robot tersebut dapat bergerak menghindari penghalang, mengikuti Anda, mematikan puntung rokok, mengucapkan beberapa kata, dan menjawab pertanyaan Anda? Jika ya ataupun tidak, bulatkan tekad dari sekarang untuk mencoba membuat robot. Jika Anda atau tim Anda terbentur masalah dana di dalam membangun robot, maka buatlah proposal yang baik, dan konsultasikanlah dengan jurusan/fakultas tempat Anda sekolah atau instansi Anda. Saya yakin, hal itu dapat membantu, apalagi dengan tujuan untuk mengembangkan iptek di Indonesia.
Kita mengadakan Kontes Robot Indonesia/Kontes Robot Cerdas Indonesia setiap tahun. Pada event terakhir, saya menemukan banyak peserta yang lolos untuk mengikuti Kontes Robot saat ini banyak dari institusi pendidikan yang mungkin jarang kita dengar di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa usaha dan tekad yang kuat untuk ikut serta, pasti akan membuahkan hasil. Jika anda ingin membuat robot, biaya yang dibutuhkan bervariasi dari 200rb hingga 20 juta, tergantung tingkat kerumitan “teman” Anda. Untuk membuat robot lebih cerdas, ada baiknya Anda membaca konsep kecerdasan buatan (Artifical Interlligent), Al4 goritma Genetik, Neural Network, Algoritma Djikstra dan Fuzzy Logic. Gambar berikut menampilkan beberapa robot terkini.


Gambar 1.1. Anty, Robot untuk Anak-anak dalam Masa Perawatan di Rumah Sakit
Pada gambar di atas, robot tersebut dikembangkan oleh grup & peneliti robotik di Universitas Brussel. Dijelaskan bahwa Anty adalah robot cerdas yang dapat menemani dan menghibur anak-anak yang berada pada masa perawatan cukup lama. Robot ini bisa berjalan, berbicara, dan menunjukkan emosi layaknya manusia. Robot ini adalah prototipe pertama yang memasukkan layar LCD pada perutnya sebagai alat yang multifungsi dan memproses segala
kondisi yang mungkin terjadi untuk menunjukkan beberapa kemampuannnya. Hebatnya lagi, kecerdasan buatan yang telah ditanamkan pada robot anty ini dapat dikembangkan, sehingga
memiliki kepribadian yang berbeda-beda dan memahami emosi manusia. Robot lain yang cukup menarik yaitu ASIMO dari Honda seperti Gambar 1.2.






Gambar 1.2. Robot Asimo dari HONDA

Sampai kapan Anda hanya terpana dengan gambar diatas? Sudah saatnya Anda yang menekuni bidang elektronika memikirkan dan berupaya agar mampu mengejar ketertinggalan kita dengan negara lainnya. Semoga buku ini jadi cambuk penyemangat bagi diri Anda, dan sumber panduan utama bagi siapa saja yang ingin mencoba membuat robot. Suatu negara akan kuat dan makmur jika didukung oleh fondasi Iptek yang kuat. Ketergantungan dan kemalasan kita pada teknologi dari negara lain membuat kita tidak dapat berbuat banyak di negeri yang penuh dengan sumber daya alam ini. Tapi setidaknya saya cukup terpana karena beberapa waktu lalu saya melihat tayangan stasiun TV Nasional yang memperlihatkan sekelompok mahasiswa dan dosen pembimbing yang berlokasi di Surabaya sedang mengembangkan model kaki robot. Suatu awal yang sangat baik.
1.2 Sistem Pergerakan Robot
Salah satu contoh penggerak robot adalah Servo motor, saya akan banyak membahas pemrograman servo motor, karena kita akan menggunakan servo motor sebagai penggerak utama robot/mobile robot pada Robot BOE Bot. Mobile robot (robot yang sering bergerak) memerlukan suatu penggerak agar dapat berpindah. Beberapa jenis penggerak pada mobile robot antara lain:
• Mobile robot yang digerakkan dengan roda dan terdapat dua penggerak yang bekeja secara diferensial. Ini adalah model yang umum untuk mobile robot dengan biaya yang murah, misal menggunakan motor dc atau servo motor.
• Mobile robot yang digerakkan dengan roda dan terdapat satu penggerak serta satu kemudi
• Mobile robot yang digerakkan dengan pergerakkan seperti kaki.
1.2.1 DC Motor
DC motor atau istilah lain dikenal sebagai dinamo ialah motor yang paling banyak digunakan untuk mobile robot. DC motor tidak berisik, dan dapat memberikan daya yang memadai untuk tugas-tugas berat. Motor DC standar berputar secara bebas, berbeda halnya dengan stepper motor. Untuk mengetahui berapa banyak putaran, biasanya digunakan mekanisme feedback menggunakan shaft encoder. Gambar berikut menampilkan skema motor dc yang dapat memperoleh arus yang memadai dari penguatan dua buah transistor. Sinyal yang kita berikan ke input transistor akan mengaktifkan tran-sistor, lalu arus yang memadai dapat menggerakkan motor dc ke arah yang kita inginkan.






Gambar 1.3 DC Motor dengan Transistor Penguat
Pada beberapa aplikasi mobile robot, kita ingin agar motor dapat :
• Berjalan dengan arah maju dan mundur
• Memodifikasi kecepatannya
Oleh karena itu, dibutuhkan apa yang disebut sebagai H-Bridge, yang dapat dipenuhi menggunakan transistor daya. Namun saat ini sudah banyak IC yang berfungsi sebagai H-Bridge dengan arus yang cukup besar, salah satunya ialah L293D dari ST SGS-Thomson. Pulse width modulation atau PWM ialah metode canggih untuk mengatur kecepatan motor dan menghindarkan rangkaian kita mengkonsumi daya yang berlebih. PWM dapat mengatur kecepatan motor, karena tegangan yang diberikan dalam selang waktu tertentu saja. PWM ini dapat dibangkitkan dengan modifikasi pada software kita.




1.2.2 Servo Motor
Servo motor standar dilengkapi dengan motor DC untuk mengendalikan posisi sebuah robot. Rotor motor dapat diputar/ diposisikan hingga 180 derajat. Untuk servo motor continuous, dapat berputar hingga 360 derajat. Servo motor biasa digunakan untuk mengendalikan gerak dari toys (mainan) seperti model mobil, pesawat, perahu, dan helikopter. Karena servo secara luas digunakan untuk hobi-hobi seperti yang telah disebutkan diatas, tentunya variasinya pun sangat banyak dijual. Dan alat penggerak ini banyak tersedia dan murah. Servo motor ialah DC motor kualitas tinggi yang memenuhi syarat untuk digunakan pada aplikasi servo seperti closed control loop. Motor tersebut harus dapat menangani perubahan yang cepat pada posisi, kecepatan dan percepatan, serta harus mampu menangani intermittent torque. Sedangkan servo, ialah DC motor dengan tambahan elektronika untuk kontrol PW dan digunakan untuk tujuan hobist, pada pesawat terbang model, mobil atau kapal. Servo mempunyai 3 kabel, yaitu Vcc, ground dan PW input. Tidak seperti PWM pada DC Motor, input sinyal untuk servo tidak digunakan untuk mengatur kecepatan, tetapi digunakan untuk mengatur posisi dari putaran servo. Sinyal PW digunakan untuk servo mempunyai frekwensi 50 Hz, sehingga pulsa dibuat setiap 20ms. Sebagai contoh, sebuah pulsa 0.7ms akan memutarkan disk servo ke posisi kiri (-120 derajat), dan pulsa 1.7ms akan memutarkan disk ke posisi kanan (+120 derajat).
Kekurangan servo ialah ia tidak menyediakan feedback. Umumnya kita membeli servo continuous karena dapat berputar 360 derajat, namun anehnya harganya lebih murah dibandingkan servo standar yang derajat putarannya terbatas. Berikut contoh dari servo motor dan beberapa alat penggerak lainnya yang biasa digunakan untuk menggerakkan robot:



Gambar 1.4 Servo Motor Kualitas Tinggi

1.2.3 Stepper Motor Intinya, stepper motor dapat digunakan untuk daya gerak, pengarah dan pengendali posisi robot. Motor ini adalah komponen yang terintegrasi sebagai alat kendali komputer untuk industri. Stepper motor sangat unik, karena dapat dikendalikan dengan sirkuit
digital, dan sangat ideal untuk menggerakkan robot secara rotasi (berputar) dan posisi linear/garis lurus. Tentunya, karena digunakan pada industri secara luas, stepper motor memiliki variasi, baik ukuran maupun spesifikasinya. Ketika tenaga listrik mulai dialirkan, rotor mulai bergerak secara lembut dengan kecepatan dan meletakkan rotor motor untuk memfungsikan tenaga volt. Tetapi untuk memposisikan rotor secara tepat tidak akan mungkin. Namun demikian, Stepper motor akan menjalankan getaran listrik secara berurutan sehingga motor akan bergerak. Perlu diketahui, tidak semua stepper motor memutar rotor dengan nilai yang sama tiap langkahnya. Stepper dibuat dengan derajat rotasi yang berbeda-beda per langkahnya. Untuk menghasilkan derajat rotasi yang optimal sangat tergantung dari penggunaan stepper itu sendiri. Contoh derajat rotasi yang mungkin terbentuk
antara lain 72 derajat dan 22.5 derajat. Putaran stepper tergantung dari nilai digital yang diberikan ke stepper tersebut.





Gambar 1.5. Skema Stepper Motor
1.3 Tenaga/Power Sebuah Robot
Dalam fungsinya, robot membutuhkan tenaga, dan hampir semua robot menggunakan tenaga listrik dalam penerapannya. Ada dua sumber dari tenaga listrik pada robot bergerak (mobile robotic), yaitu baterai dan tenaga surya (matahari).
1.3.1 Tenaga Surya
Tenaga surya menghasilkan tenaga listrik dari cahaya matahari. Jika tenaga surya tersebut cukup kuat, kita dapat mengoperasikan robot secara langsung. Biasanya, robot dengan tenaga surya dirancang sekecil mungkin agar dapat berfungsi sesuai kebutuhan. Pengurangan ukuran berat robot akan mengurangi pula tenaga listrik yang dibutuhkan untuk bergeraknya robot dan daya penggeraknya itu sendiri. Pengurangan berat robot merupakan hal yang sangat penting dalam merancang tenaga dari sebuah robot baik dengan tenaga baterai dan tenaga charging. Metode lain dalam penggunaan tenaga surya adalah tidak dapat
menggerakkan robot secara langsung. Tetapi tenaga surya malah digunakan sebagai sumber tenaga untuk baterei isi ulang (recharging). Sehingga dengan metode ini, dapat mengurangi tenaga surya yang diperlukan untuk menggerakkan robot secara langsung. Namun demikian, tentunya Robot yang menggunakan baterai isi ulang (recharging) hanya bisa berfungsi tergantung dari kekuatan baterai dalam jangka waktu tertentu saja.

Metode ketiga, adalah kombinasi dari 2 metode sebelumnya. Yang sekarang sering disebut sebagai “Solar engine” (mesin surya). Komponen utama dari “solar engine” adalah tenaga surya itu sendiri, kapasitor dan sirkuit pemicu. Ketika terkena cahaya, tenaga surya mulai terisi pada kapasitor, sehingga kapasitor akan menyediakan tenaga listrik untuk menggerakkan robot. Secara rinci, setelah voltase dari kapasitor bertambah, otomatis sirkuit pemicu (trigger circuit) akan bergetar. Ketika tenaga pada kapasitor sudah terpenuhi, sirkuit pemicu akan memicu SCR (Silicon Controlled Rectifier). Untuk mengeluarkan tenaga yang sudah tersimpan tadi ke kapasitor untuk menggerakkan/ memfungsikan robot. Dan dengan metode “solar engine” ini, akan dapat digunakan untuk berbagai macam rancangan robot.
Solar engine biasanya digunakan pada robot dengan tipe BEAM, atau sering disebut juga dengan “ Living Robot” atau robot yang tidak memiliki fungsi secara spesifik. Inspirasi dari “solar engine” ini sebenarnya dipaparkan oleh Dave Hrynkiw dari Kanada, yang menggunakan
rancangan ini untuk menggerakkan robot dengan sebuah bola surya.

1.3.2 Baterai
Baterai sejauh ini, adalah tenaga penggerak robot yang paling banyak digunakan karena penggunaannya sangat mudah. Ada banyak sekali jenis baterai yang ada untuk menggerakkan sebuah robot, tetapi beberapa jenis baterai yang sangat umum digunakan adalah carbon-zinc, alkalin, nickel-cadmium, lead-acid dan lithium. Jika anda menggunakan IC TTL atau komponen lainnya yang menggunakan tegangan 5 V, rangkaian di bawah ini dapat digunakan dengan sumber dari baterai 9 V atau gabungan baterai dengan total tegangan yang memadai sebagai sumber regulator 7805 yang dapat mensuplai arus hingga 90 mA.

Gambar 1.6 Skema Regulator Baterai


1.3.3 Catu Daya
Saat ini sebagai regulator tegangan, telah digunakan IC yang khusus seperti 7812 untuk regulator tegangan positif 12V dan 7912 untuk regulator tegangan negatif -12V. Gambar 1.7. menampilkan contoh rangkaian catu daya yang mampu mengeluarkan tegangan sangat stabil . CT ialah singkatan dari Center Tap yang berfungsi sebagai ground /0 volt.



Gambar 1.7 Catu Daya Simetris 12 V (sumber : www.uoguelph.ca/~antoon/gadgets/741/741.html)
1.4 Arsitektur Robot
1.4.1 Robot Sederhana
Robot sederhana dapat Anda bangun hanya dengan menggunakan 2 buah motor dc dengan tegangan 6V, baterai 9V dan sensor yang dapat mengaktifkan penguat motor dc tersebut. Robot sederhana umumnya memiliki empat blok utama, yaitu :
1. Blok Sensor dan pengkondisi sinyal. Blok ini berfungsi mendeteksi objek atau sinar yang dideteksi oleh sensor, lalu dikirim ke pengkondisi sinyal, sehingga outputnya dapat diolah oleh rangkaian driver motor DC, atau diolah terlebih dulu menggunakan mikroprosesor atau mikrokontroler untuk robot yang lebih komplek. Sensor yang murah dapat menggunakan infrared dengan penguat operasional (op-amp), atau menggunakan Sensor Jarak seperti Sharp GP2D12 atau Devantech SRF04/05 Range Finder dan Hamamatsu Photo-reflector. Keluaran dari sensor ini biasanya melewati rangkaian pengolah atau pengkondisi sinyal terlebih dahulu.
2. Blok Driver Motor, yang akan mengaktifkan motor DC jika menerima input berlogika tinggi dari pengkondisi sinyal. Biasanya menggunakan transistor atau IC.
3. Motor DC, motor yang mampu menggerakan robot.
4. Catu daya, rangkaian penyedia daya bagi semua blok yang
membutuhkan catu daya



sumber : Buku  Belajar Sendiri Membuat Robot Cerdas karya WIdodo Budhiharto.

Kamis, 04 Oktober 2012

Sejarah Lahirnya Reog


Sejarah lahirnya Reog .
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
 Sejarah
Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya. Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar,
Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.
Sumber : wikipedia.org

Kamis, 14 Juni 2012

MAKALAH_4_CITRA INDIVIDU DAN KELUARGAMENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT


CITRA INDIVIDU DAN KELUARGAMENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT

Disusun Oleh :
                                    NAMA               : ABHEDNEGO WIDHITAMA
                                    NPM                  : 10111042
                                    KELAS              : 1KA41



SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA 





Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

citra individu dan keluarga
Menciptakan  tata NILAI dalam masyarakat

 


Kelas  :  1-KA41

Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Juni 2012
Tanggal Upload Makalah  :  16 Juni 2012



 

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.


P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
10111042
Abhednego Widhitama





Program Sarjana Sistem Informasi


UNIVERSITAS GUNADARMA



i
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam , Saya ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahnat-Nya sehingga penulis dapat menyelsaikan makalah yg berjudul “Citra Individu Dan Keluarga Menciptakan  Tata Nilai Dalam Masyarakat”  dapat disusun sesuai harapan dan tepat pada waktunya.
Makalah ini berhubungan dengan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar . Penyusun menyadari betul dalam menulis makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu Saran dan kritik yang membangun sangat Saya harapkan.
Penyusun berharap , semoga makalah ini bermanfaat bagi sumbangsih ilmu pengetahuan dan mampu memberikan penjelasan tentang Peran kebudayaan dalam membentuk kepribadian . Tentunya , semoga makalah ini bermanfaat dalam mempelajari ilmu budaya dasar dan mendapat nilai sesuai harapan.
Demikian makalah ini Saya buat, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Amien.









Bekasi , 14 Juni 2012



Penyusun.










ii

DAFTAR ISI

PERNYATAAN…………………………………………………………………………... i
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….. iii

BAB.1 PENDAHULUAN…………………………………………………………….….1
1. 1 Latar Belakang..............................................................................................................1
1.2 Tujuan.............................................................................................................................1
1.3 Sasaran............................................................................................................................1

BAB.2 PERMASALHAN…………………………………..……………………………2
2.1 Kuatan ( STRENGTH)...................................................................................................2
2.2 Kelemahan (WEAKNESS)...........................................................................................3
2.3 Peluang (OPPORTUNITY)..........................................................................................3
2.4  Tantangan / Hambatan (THREATS)............................................................................4

BAB.3 KESIMPULAN & REKOMENDASI……………………………………………5
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………….5
3.2 Rekomendasi…………………………………………………………………………..5









iii
BAB.1 PENDAHULUAN
  1. Latar belakang.
Dalam bermasyarakat kita perlu mengetahui bahwa nilai – nilai dalam bermasyarakat ialah dari citra yang timbul oleh individu, keluarga, dan masyarakat nya itu sendiri, dimana yang nanti nya akan mencerminkan sebuah nilai atau budaya yang berbeda tergantung dari apa yang telah di citrakan oleh masyarakat masing – masing.
Biasanya yang sering terjadi pada masyarakat yang memiliki kasus seperti ini ialah masyarakat itu sendiri yang telah merasakan ada nya kekurangan dalam bermasyarakat sehingga mereka mau dan berani untuk bercitra dalam masyarakatnya.
  1. Tujuan.
Tujuan penyusunan makalah ini yaitu :
Ø  Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Ø  Berbagi pengetahuan mengenai kebudayaan di Indonesia.
Ø  Agar mahasiswa mampu untuk bercitra dalam masyarakat.
Ø  Menyadarkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan kemasyarakatan.
Ø  Agar dapat menyelesaikan tugas yang di berikan.
Ø  Mampu menjalin dan menjaga tali persaudaraan dan kerjasama antar masyarakat
Ø  Saling memiliki citra masyarakat masing – masing.
  1. Sasaran.
Penulisan makalah ini di buat semata – mata untuk menyuguhkan bagaimana seorang individu dan keluarga dapat saling mencitrakan diri mereka masing – masing agar dapat menjalin tali persaudaraan antar sesame penduduk yang nantinya akan sangat berguna bagi para penerus yang dapat mempelajari dan memahami bagaimana para pendahulu nya itu sendiri bercitra dalam masyarakat





1

BAB.2 PERMASALAHAN

Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat.
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangatdipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yangsatu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.Nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai dapatmenyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkahlaku.

2.1 Kekuatan( STRENGTH)
a.       Rasa nasionalisme
Merupakan suatu emosi yang terpancar dalam diri seseorang yang berupaya untuk menyatukan sebuah masyarakat
b.      Pelestarian keaneka ragaman budaya
Dalam hal ini melestarikan keaneka ragaman merupakan tindakan yang sudah harus di lakukan dalam citra masyarakat di lingkungan bermasyarakat
c.       Pengukuhannya dalam bentuk peraturan pemerintah
Segala sesuatu yang telah kita lakukan dalam bercitra pada masyarakat tidak akan jauh dari batasan – batasan yang telah di buat oleh pemerintah



2
2.2 Kelemahan (weakness)
Ø  Tidak sedikit seseorang tidak mau melihat kekurangan yang ada pada lingkunga dan mengabaikan dengan mengacuhkan dan tidak memperdulikan.
Ø  Faham egoisme yang dibumbuhi dengan sikap materialistik akan menjadi pupuk penyegar tumbuhnya nilai pengganti yang berkembang dalam masyarakat tersebut.
Ø  Kolektifitas nilai pengganti akan mengagungkan pendewaan dalam konteks pemenuhankebutuhan pribadi.
Ø  Nilai pengganti tersebut lebih akan menjadi wahana pengganti peran seseorang   merupakan sebuah penafikan dari sebuah tanggung jawab dan kewajiban dalam bermasyarakat.

2.3 Peluang (Opportunity)
Ø  Pertumbuhan usaha jasa pariwisata domestik danmancanegara Dengan bertambahnya jumlah pariwisata asingdan lokal maka akan berpeluang mengangkat citra bangsadan Negara.
Ø  Makin solid dan kuatnya rasa persatuan dan kesatuanUntuk menjaga rasa aman dalam masyarakat maka diperlukan rasa persatuan dankesatuan bermasyarakat.
Ø  Berkembangnya multimediaPerkembangan multimedia yangmerata akan sangat berpeluang menjadikanmasyarakat yangdapat menguasai berbagai aspek.
Ø  Terciptanya infrastuktur sarana dan prasarana mendukung pariwisataDengan dibuatnya sarana dan prasaranamendukung pariwisata maka akan membantupendapatanmasyarakat setempat.








3
2.4 Tantangan/hambatan (Threats)

Ø  Tantangan kita ke depan itu memanfaatkan peran media
Untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai tradisi luhur seperti, cinta tanah air, nilai solidaritas sosial, dan keramahtamahan yang menjadi identitas budaya yang berfungsi sebagai perekat persatuan bangsa dalam segenap aspek kehidupan masyarakat.
Ø  Perpecahan di dalam masyarakat itu sendiri
Sering terjadi dalam suatu masyarakat yang sedang membangun citra mereka mengalami perbedaan pendapat sehingga hal ini dapat merusak citra masyrakat itu sendiri
Ø  Relatif minimnya filterisasi terhadap budaya
Dalam suatu budaya itu penting sekali untuk melakukan feltirisasi dengan baik sehingga pencitraan dalam gagasan budaya itu tidak di salah artikan oleh suatu masyarakat
Ø  Banyaknya situs-situs dan benda-benda cagar budaya yang dirusak
Jika hal ini telah terjadi pada suatu masyarakat maka pencitraan suatu masyarakat akan berkutang dan penurunan citra masyarakat itu di mata dunia
Ø  Budaya asing dianggap oleh para pemuda zaman lebih modern atau disebut lagi terkenal bahkan sekarang budaya nasional sendiri terlupakan dan ditinggalkan.
Ø  Perkembangan teknologi khususnya internet dapat menghambat karena semakin mudahnya pengaruh budaya asing masuk.











4
BAB.3 KESIMPULAN & REKOMENDASI
3.1 Kesimpulan.

Ø  Setiap masyarakat atau individu  memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
Ø  Keluarga dapat memberikan peranan terpenting dalam tata nilai dalam masyarakat
Ø  Gotong-royong merupakan contoh tata nilai dalam masyarakat.
Ø  Citra tata nilai dalam masyarakat akan menjadi baik apabila kita bersikap sesuai dengan tata nilai dalam masyarakat.

3.2 Rekomendasi.

Ø  Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam,maka setiap individumempunyai kepentingan yang beragam,maka setiap individu dapat berstatus dan berperandi beberapa kelompok sesuai dengan kepentingan itu.
Ø  Setiap individu harus berperilaku atau berperan sesuai dengan kedudukannya agar iadapat diterima dan diakui keberadaanya. Karena setiap organisasi mempunyai aturansendiri,maka sanksi yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota yangmelanggar pun berbeda pula.
Ø  Status dalam masyarkat bersifat terbuka artinya setiap orang dapat mencapainya ataumeraihnya karena kemampuan masing-masing individu dalam beprestasi.
Ø  Didalam suatu kerumunan massa manusia kita harus menyingkirkan sifat individualitas,karena tingkah laku tersebut sangat bertentangan dengan tingkah laku masa.






5
Refrensi.

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab3-individu_keluarga_dan_masyarakat.pdf